Aku menyukai beberapa lagu yang diciptakan Titi Hamzah, seperti MAAF yang dinyanyikan oleh Harvey Malaiholo dan Tina dalam album CINTA & KEDAMAIAN. Kesukaan pada lagu-lagu Harvey ini, juga Dian PP, Vina Panduwinata dan Ermy Kullit, menular dari tanteku, adik ibuku.
Betapa kagetnya aku, ternyata lagu MAAF yang ditulis Titi Hamzah "Jakarta, Desember 1980" itu mirip dengan prosa ke-33 Tagore dalam buku TUKANG KEBUN (THE GARDENER), yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia pada 1976. Berikut kumuat keduanya. Apa ini plagiat? Silakan Anda mengomentari.
MAAF
Ku cinta kepadamu

Maafkan diriku karena cintaku
Aku bagai seekor pungguk hilang bulan
Selimuti daku dengan kasih sayang
Biar hatiku tak berguncang
Apabila kau tak dapat
mencintai diriku
Maafkan daku karena pedihku
Maafkan daku karena sedihku
Dengan dua belah tanganku
Kan kututup perasaan malu
Dan palingkanlah dirimu dari daku
Biar kukembali ke sudutku pilu
Biar duduk dalam gelap sendu
Namun bila suatu waktu,
Kau rindukan kembali diriku
Maafkan daku karena raguku
Maafkan daku karena dendamku
Jakarta, Desember 1980
33 (Tagore)

AKU cinta kepadamu, Kekasih. Maafkan aku karena cintaku.
Seperti burung kehilangan jalannya aku tertangkap.
Bila hatiku berguncang, ia pun kehilangan cadarnya dan telanjanglah. Selimuti dia dengan sayang, Kekasih, dan maafkan aku karena cintaku.
Jika tak dapat engkau mencintai aku, Kekasih, maafkan aku karena pedihku.
Jangan memandang aku dengan marah dari jauh.
Aku akan kembali diam-diam ke sudutku dan duduk dalam gelap.
Dengan kedua belah tanganku akan kututup maluku yang telanjang.
Palingkan wajahmu dariku, Kekasih, dan maafkan aku karena pedihku.
Jika engkau mencintai aku, Kekasih, maafkan aku karena riaku.
Bila hatiku dihanyutkan pasang kebahagiaan, jangan senyumi penyerahanku yang berbahaya itu.
Bila aku duduk di atas tahtaku dan memerintah kau dengan tirani kasihku, bila aku bagai dewi memberikan anugerahku kepadamu, terimalah pula rasa banggaku, Kekasih, dan maafkan aku karena riaku.
Sumber: http://cintafarau.blogspot.com/2009/01/tagore-dan-titi-hamzah.html

0 komentar:
Post a Comment